Tanggul Sungai Brantas Alami Abrasi, JIika Ambrol Bisa Rendam Lima Desa
Daerah RABU, 15 JANUARI 2020 , 19:47:00 WIB
RMOLJatim. Keberadaan tanggul sungai brantas yang berada di Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben mengalami abrasi. Akibatnya, beberapa Desa di pesisir sungai Brantas rawan mengalami banjir.
Tanggul tersebut mengalami abrasi secara bertahap dengan panjang mencapai 16 meter. Terlebih, batu bronjong yang berfungsi sebagai penahan air juga mulai terkikis dan ambrol, begitupun pondasi batu dan tiang beton sebagai kekuatan bronjong juga ikut ambrol perlahan tapi pasti.
"Jika dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan tanggul yang sudah menipis itu ambrol. Dan kalau tanggul sampai tak bisa menahan luapan air sungai brantas, maka akan berdampak sangat membahayakan. Sekitar 7 ribu hektar lahan pertanian akan terendam," ungkap Burhanudin, Komisi Sumber Daya Air BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, Rabu (15/1).
Tak hanya lahan pertanian yang terdampak nantinya, pihaknya mengklaim bahwa akan berdampak juga ke pemukiman. Pasalnya, ada lima desa di sekitar tanggul, karena di balik tanggul tersebut merupakan pemukiman padat penduduk. Semisal Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Desa Podoroto, Pojokrejo, Wuluh dan Desa Blimbing
"Bisa juga meluber ke pemukiman padat penduduk dampaknya, karena dibalik tanggul ada beberapa desa," bebernya.
Komentar Pembaca
Bupati Dan Kapolres Madiun Resmikan Fasilitas Pa ...
SENIN, 20 JANUARI 2020
Komisi A Sidak Fasum Yang Dijual YKP
SENIN, 20 JANUARI 2020
Cegah Banjir, Pemkot Surabaya Rutin Normalisasi ...
SENIN, 20 JANUARI 2020
Anggota DPRD Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Katol ...
MINGGU, 19 JANUARI 2020
Bupati Kediri Hadiri Pelantikan Pengurus Bamag K ...
MINGGU, 19 JANUARI 2020
KAI Daop 8 Surabaya Bersih-bersih Jalur Rel
MINGGU, 19 JANUARI 2020








